DEJABAR.ID – Dalam menggenjot potensi dunia Pariwisata Indonesia yang sangat kaya, kini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dipastikan akan ambil bagian di World Travel Market (WTM) London 2018, 5-7 November. Dalam memperkenalkan Pariwisata Indonesia Kemenpar terlebih dahulu menggelar sales mission di dua kota di Inggris.
Pihaknya telah menargetkan 4.225 paket wisata Indonesia yang akan terjual dalam World Travel Market 2018. Menurut Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional IV (Eropa) Kemeterian Pariwisata Agustini Rahayu, pada tahun lalu terdapat sejumlah 3.521 paket wisata Indonesia terjual dalam acara World Travel Market (WTM) atau mengalami kenaikan sebesar 39,4% dari realisasi penjualan paket wisata pada 2016 yang sebanyak 2.132 paket.
“Tahun ini kami targetkan bisa menjual 4.224 paket wisata dengan perkiraan potensi devisa yang diperoleh Indonesia Rp3,08 triliun,” ujarnya seperti dikutip Bisnis.com, Senin (5/11/2018).
Rencanya ada sebanyak 53 industri pariwisata Indonesia mengikuti pameran tersebut. Beberapa pihak yang andil dalam mensukseskan acara tersebut diantaranya, seperti industri terdiri dari hotel, operator tur, agen perjalanan dan Destination Management Company (DMC). Dan ada 9 daerah yang turut mendukung dan berkolabirasi demi mengenjot pariwisata Indonesia di kancah Internasional.
“Ada 9 pemerintah daerah yaitu Provinsi Lampung, Bali, DKI Jakarta, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, dan Sumatera Utara, juga ikut mengisi Paviliun Indonesia,” jelasnya.
Keuntungan yang didapatkan menurutnya, dengan mengikuti WTM ini, akan mampu mendorong investasi bagi pebisnis pariwisata yang kelak akan memberikan keuntungan berupa devisa bagi Indonesia.
“Inggris masih menduduki peringkat pertama dalam hal jumlah kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) asal Eropa. Di 2016 ada 328.882 wisman asal Inggris berkunjung ke Indonesia lalu meningkat menjadi 361.197 pada 2017. Tahun ini sendiri kami targetkan 390.000 wisman Inggris,” paparnya.
Dalam perkembangannya, berdasarkan data BPS, dari mulai Januari hingga September 2018 terdapat 301.700 turis asing atau dan mengalami peingkatan dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 295.100 wisman.
Selain itu, Ketua Umum Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar, meminta agar Kementerian Pariwisata memperbesar ruang untuk mengajak agen tour di daerah. Karena menurutnya selama ini yang ikut terlibat dalam pameran pariwisata di luar negeri hanya pemilik hotel saja. (yga)
Leave a Reply