
Bekasi – Adanya aksi unjuk rasa oleh kelompok yang mengatasnamakan pemuda dan mahasiswa terkait kinerja membuat Tanti Rohilawati kepala dinas kesehatan Kota Bekasi angkat bicara.
Saat dikonfirmasi oleh dejabar.id selasa (27/3/2020) di gedung DPRD Kota Bekasi pada saat rapat pembahasan penanggulangan Covid -19 bersama anggota DPRD.
Tanti Rohilawati mengatakan itu hak dan kapasitasnya temen – temen akan tetapi apakah cara komunikasi ini bisa dilakukan tahapan atau lebih baik dengan audiensi mungkin kalau dengan audiensi kan bisa juga dilakukan.
“Itu merupakan hak dari teman-teman akan tetapi cara komunikasi yang baik dengan cara audiensi tentunya akan memberikan solusi bagi masyarakat Kota Bekasi” ujar Tanti
Perihal dengan DBD kami punya datanya tahun 2020 jumlah penderita menurun dari tahun 2019, bagaimanapun juga adalah perubahan perilaku kita sebagai leading sektor kesehatan pastinya mempunyai tugas dan fungsi bagaimana untuk memberikan informasi.
“Dari data kami Jumlah penderita DBD tahun 2020 ini menurun 50 persen dari pada tahun 2019 tetapi kita tetap antisipasi dalam penanggulangannya, sebagai leading sector kami memberikan informasi kepada masyarakat terkait pencegahan DBD” ucapnya
Kadinkes juga mengatakan Agar tidak terjadi atau tidak munculnya DBD kita ada promotif preventif sehingga ini yang harus digerakkan ke masyarakat begitu juga masyarakat juga untuk betul bisa mengantisipasi dengan perubahan perilaku ber – 3 M (Menguras, Menutup, mengubur) dan perilaku PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yaitu hidup bersih dan sehat pastinya tidak ada sampah di lingkungan sendiri maka ini salah satu antisipasi untuk tidak terjadinya DBD.
“Agar tidak terjadi atau munculnya DBD maka kita harus promotif, preventif terhadap masyarakat begitu juga masyarakat harus mengantisipasi dengan perubah prilaku ber- 3M dan perilaku hidup bersih dilingkungan sehingga pencegahan bisa kita lakukan bersama” ucap kadinkes
Dinas kesehatan mempunyai empat puluh dua puskesmas yang harus melaksanakan program tersebut ya melalui berbagai kegiatan, ada namanya satu rumah satu jumantik ada kelompok kelompok cantik ya ada namanya kelompok jumantik di masing masing kelurahan ada namanya penyuluhan secara preventif kita punya kader kesehatan kita punya juga karang taruna yang sudah kita latih sebanyak tiga ratus orang sehingga ini adalah kerja bareng tanggung bersama.
“Dinas kesehatan Kota Bekasi mempunyai 42 puskesmas yang harus menjalankan program, serta ada kelompok jumantik adalah kelompok cantik disetiap kelurahan yang memberikan penyululuhan kesehatan secara preventif, kita punya kader kesehatan, juga karang taruna yang sudah dilatih sebanyak 300 orang sehingga kita kerja bareng tanggung jawab bersama untuk kesehatan masyarakat” ujar tanti
Terkait kritik dari kelompok pemuda yang mengatakan kinerja kadinkes tidak bagus, tanti menjawab yang menilai terkait kinerja adalah masyarakat, tugas dinas kesehatan adalah memberi pelayanan kepada masyarakat terkait kesehatan dan kerja, kerja dan kerja yang utama.
“Kritik dari teman-teman merupakan masukan kekami sehingga bisa meningkatkan kinerja yang sudah bagus menjadi lebih bagus lagi, untuk menilai kinerja biarkan masyarakat dan pimpinan yang melihat, tugas saya hanya kerja, kerja dan kerja” tutup tanti (Mad/**)
Leave a Reply