Press ESC to close

KPU Pangandaran Rapat Pleno Terbuka, Pemilih Bertambah 235 Orang

  • February 18, 2019

DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kembali mengadakan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tambahan (DPTB) Pemilu 2019.

Rapat pleno yang berlangsung di salah satu hotel di Pangandaran kemarin itu dihadiri Ketua KPU Pangandaran Muhtadin, Seluruh Komisioner KPU Pangandaran, Ketua Bawaslu Iwan Yudiawan bersama Komisioner Bawaslu Pangandaran lainnya, para pimpinan partai politik, para LO dan undangan lainnya.

Ketua KPU Pangandaran Muhtadin mengatakan saat ini pemilih di Kabupaten Pangandaran ada penambahan sebanyak 235 orang. Sebelumnya, jumlah pemilih di Kabupaten Pangandaran pada Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Dua (DPTHP 2) sebanyak 320.118 pemilih.

“Secara rinci kini jumlah sementara pada Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) sebanyak 320.353 pemilih,” ujarnya kepada dejabar.id, saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Senin (18/02/2019).

Muhtadin menyebutkan bahwa jumlah pemilih masuk sebanyak 677 orang, terdiri dari laki-laki 330 dan perempuan 347 orang. Sedangkan pemilih keluar berjumlah 442 orang, terdiri laki-laki 201 orang dan perempuan 241 orang.

“Jumlah tersebut tersebar di 93 desa dari 10 Kecamatan  dan 1.350 TPS di Kabupaten Pangandaran,”terangnya.

Bagi pemilih yang hendak pindah domisili lintas provinsi, kata Muhtadin, maka hanya bisa menggunakan hak suaranya untuk Pilpres saja.
Selanjutnya, bagi pemilih yang pindah keluar dapil DPRD kabupaten/kota, maka tidak bisa memilih pemilu DPRD.

“Kami saat ini sedang menyusun itu. Karena ada sejumlah pemilih yang pindah domisili, pindah kerja, tugas belajar, menjalani perawatan di rumah sakit, dan lainnya,”papar Muhtadin.

Dengan adanya rekapitulasi DPTB itu, Muhtadin menerangkan maka pemilih masih tetap bisa menggunakan hak suaranya meski di luar Tempat Pemungutan Suara (TPS) semula. Asalkan, pemilih mengurus surat pindah memilih atau form A5.

“Nanti itu bisa diurus di PPS atau KPU asal, atau PPS/KPU tujuan. Pemilih harus menunjukkan KTP-el atau suket, dan salinan bukti telah terdaftar di DPT,” katanya.

Sedangkan pemilih yang belum terdaftar dalam DPT dan DPTB, lanjut Muhtadin, maka pemilih bisa mendaftar di PPS atau Petugas TPS sesuai alamat yang tertera di KTP-el.

“Nantinya akan didata secara khusus serta akan masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK),” tukasnya.(dry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *