Dejabar.id, Cirebon – Rahmat Hidayatullah (35), perenang disabilitas asal Tasikmalaya ini menjadi pusat perhatian dalam ajang Navy Open Tournament yang digelar Pangkalan TNI AL Cirebon dengan Pemkot Cirebon di Darmaga Patkamla Lanal Cirebon, Pelabuhan Cirebon, Sabtu (14/9/2019). Pasalnya, dia berhasil menyelesaikan renang laut dengan jarak tempuh 3.000 meter atau 3 Km dalam waktu hanya 1 jam 9 menit.
Rahmat menjadi satu-satunya peserta disabilitas di ajang tersebut. Meskipun dengan kekurangannya, namun Rahmat mengaku sangat percaya diri untuk mengikuti Navy Open Tournament. Kendati demikian, Rahmat menjadi partisipan dalam ajang tersebut dan tetap mendapatkan medali emas.
Putra pasangan Siti Masitoh dan Ayum ini menjelaskan, dirinya sempat minder dengan keterbatasan yang dimilikinya. Namun, setelah dia masuk ke pesantren, Rahmat pun ditempa untuk mempunyai mental yang kuat.
“Keterbatasan tidak masalah buat kita, terpenting jika kita mau, kita pasti mampu. Yang penting punya niat dan tekad yang bulat,” jelasnya yang juga berprofesi sebagai guru ngaji di Cimahi.
Menurut sang pelatih, Oman Hermawan, Rahmat terus berupaya untuk meraih prestasi. Mulai dari atlet kursi roda hingga meraih juara. Kemudian beralih ke atlet renang dengan mendapatkan pembinaan dari Pangkalan TNI AL Cirebon.
“Enam bulan dibina, dia akhirnya bisa handal berenang di laut,” tuturnya.
Setelah menjadi perenang handal, lanjutnya, Rahmat berpartisipasi di berbagai lomba baik tingkat nasional hingga dunia. Untuk tingkat dunia di Pantai Kuta Bali dengan jarak tempuh 5 km. Kemudian Rahmat juga mengikuti lomba di Pantai Nomoni Palu, dan Selat Madura.
“Rahmat, satu-satunya yang tetap ikut dengan waktu 4,5 jam,” tegasnya.
Sementara Komandan Lanal Cirebon, Letkol Laut (P) Agung Nugroho mengakui, Rahmat bisa menjadi inspirasi dan motivasi. Agar selalu semangat dalam menjalani hidup, jangan pernah menyerah.
“Dia bisa berpestasi meski pun dalam kondisi keterbatasan,” pungkasnya.(Jfr)
Leave a Reply