dejabar.id, Pangandaran – Selama bulan Oktober 2019 ini, di wilayah Kabupaten Pangandaran setiap hari terjadi peristiwa kebakaran, baik kebakaran rumah maupun kebakaran lahan.
Yang paling mengejutkan, sepanjang hari Jumat (25/10/19) yang bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Pangandaran ke-7 tahun itu diwarnai dengan 5 peristiwa kebakaran, terdiri dari 1 kebakaran gubuk pembuatan gula dan 4 kebakaran lahan.
Berdasarkan pantauan reporter dejabar.id, petugas pemadam kebakaran (Damkar) BPBD Kabupaten Pangandaran terlihat kewalahan saat bertugas untuk memadamkan api di 5 lokasi yang berbeda. Pasalnya, selain jalan rusak dan sempit, juga jarak tempuh yang cukup lumayan jauh dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kebakaran, BPBD Kabupaten Pangandaran, Nana Ruswana mengatakan, peristiwa yang pertama terjadi pada lahan limbah pabrik kayu di Dusun Tegallega, Rt15/01, Desa/Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran sekitar pukul 10.35 WIB.
“Guna memadamkan api di lahan limbah pabrik kayu milik H. Nursafrudin kita Kerahkan 2 unit armada yang 1 unit pancar dan 1 Unit Supply,” ujarnya kepada dejabar.id. Jum’at (25/10/19).
Setelah itu, kata Nana, pihaknya kembali menerima laporan adanya peristiwa kebakaran lahan di wilayah Desa Cintakarya Kecamatan Parigi.
“Kemudian kami lanjut menuju lokasi kedua, namun setibanya di lokasi lahan yang terbakar tidak terjangkau oleh armada sehingga pemadaman dilakukan secara manual dengan bantuan warga sekitar,” akunya.
Nana mengaku, peristiwa kebakaran tidak sampai di situ, karena saat petugas masih di Cintakarya pihaknya menerima kembali laporan adanya gubuk pembuatan gula merah di Blok Lapang Dusun Purwasari Desa Kertaharja Kecamatan Cimerak yang terbakar.
“Selain di Kecamatan Cimerak, kebakaran lahan juga terjadi di Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran dan Desa Kedungwuluh Kecamatan Padaherang,” ungkap Nana.
Untuk menanggulangi kebakaran lahan di beberapa lokasi yang berbeda, Nana sempat kebingungan mana lokasi yang harus dituju.
“Lahan yang terbakar di Dusun Bantarkalong Blok Patrol Desa Sidomulyo Kecamatan Pangandaran merupakan lahan milik perum perhutani dan pemadaman dilakukan manual oleh warga setempat karena tidak terjangkau oleh armada,” sebutnya.
Sedangkan di Kecamatan Padaherang, lanjut Nana, lahan yang terbakar lokasinya dekat dengan perumahan sehingga petugas pun langsung ke lokasi dikhawatirkan api merembet ke pemukiman penduduk.
“Kita utamakan kelokasi kebakaran yang jaraknya berdekatan dengan pemukiman penduduk, karena khawatir api merembet ke area pemukiman warga,” kisahnya.
Menurut dia, beberapa lahan yang terbakar lokasinya sangat jauh dari jalan raya sehingga tidak terjangkau karena selang pun masih kurang panjang.
“Selain kurang armada kita juga masih kekurangan selang pancar,” aku Nana.
Untuk menangani api di wilayah Kabupaten Pangandaran, Petugas Damkar Kabupaten Pangandaran hanya ada 16 personel yang dibagi 3 Regu
“Personil tiap regu yang piket itu ada 5 orang, memang saat ini petugas masih jauh dari kata ideal bila dibandingkan dengan luas wilayah,” tutupnya.(dry)
Leave a Reply