DEJABAR.ID, TASIKMALAYA-Melihat kondisi Kota Tasikmalaya yang semakin hari semakin mengkhawatirkan, terutama mengenai kebijakan-kebijakan pemerintahannya yang dinilai sebagian besar kalangan belum berpihak kepada masyarakat, sehingga membuat Wali Kota Tasikmalaya dipanggil beberapa kali oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus menuai reaksi dari kelompok orang yang ingin Kota Tasikmalaya aman dan sejahtera.
Siang tadi, Senin (07/01/2019), terlihat sekelompok orang dari Lembaga Komunitas Pengawas Koperasi (LKPK) Kota/Kabupaten, membentangkan spanduk bertuliskan bermacam peringatan mengenai Pemkot Tasik terutama wali kotanya, di depan kantor KPK Jakarta. Namun sayang, mereka enggan berkomentar mengenai aksinya itu.
“Iya Kang, itu saya sama rekan-rekan, namun untuk keterangannya kami no comment dulu,” ungkap Dani Martin, Sekjen Lembaga komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) Kota/Kabupaten se-Priangan Timur kepada Dejabar.id melalui pesan singkatnya.
Ia menambahkan aksi tersebut merupakan bentuk aspirasi akan rasa khawatir dengan kondis Kota Tasik kedepannya. “Bentuk aspirasi saja Kang, sebagai bentuk rasa kekhawatiran kami dengan kondisi Kota Tasik ke depannya,” terangnya singkat.
Terlihat dalam spanduk tersebut bertuliskan “Usut tuntas korupsi, bersihkan Kota Tasikmalaya dari pimpinan yang korup.” Ada juga yang bertuliskan “Beranikah KPK audit keuangan Wali Kota Tasikmalaya DRS H Budi Budiman?”
Seperti diketahui, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman beberapa kali dipanggil KPK terkait pengajuan anggaran yang menjerat staf kementrian keuangan YP. Dalam sidang YP, nama Budi Budima sempat beberapa kali terucap, terakhir Budi disebut pernah memberikan uang sebesar Rp700 juta kepada YP. Namun hingga hari ini, kasus tersebut belum ada titik terangnya. (Ian)
Sekelompok Orang Tantang KPK untuk Tuntaskan Kasus Korupsi di Tasikmalaya
Previous Post
Leave a Reply