Press ESC to close

Tahun 2019, Menikah dan Miliki Pasangan Jadi Resolusi Tertinggi di Indonesia

  • January 18, 2019

DEJABAR. ID – Tahun baru menjadi momentum banyak orang untuk melakukan kontemplasi diri, mulai dari persoalan karier, keluarga, penampilan, dan pasangan.

Riset terbaru terhadap warganet Indonesia mengungkapkan bahwa resolusi memiliki pasangan dan menikah merupakan harapan terpopuler di Tanah Air.

Isentia yang merupakan perusahaan analisa dan monitoring media berbasis di Australia dan telah berdiri semenjak tahun 1982 silam, melakukan riset melalui media sosial terhadap warganet Indonesia.

Periset menganalisis tagar #Resolusi2019 di media sosial mulai dari tanggal 1 Desember 2018 sampai dengan 10 Januari 2019.

Periset menemukan, 14.349 buzz terkait resolusi 2019 di media sosial, mencakup Twitter, Facebook, Instagram, blog, dan forum.

Momentum paling tinggi terkait tagar tersebut di atas terjadi pada tanggal 31 Desember 2018.

Periset melihat antusias warganet pada saat itu atas pengalaman hidup sepanjang 2018 meningkat tajam.
Mereka menemukan, resolusi dengan presentase tertinggi adalah memiliki pasangan dan menikah sebanyak 78 persen.

Kemudian, lebih kurang 13 persen ingin punya kendaraan pribadi. Lalu, tiga persen berharap bisa melakukan investasi.

Tiga persen warganet mengungkapkan resolusi untuk liburan, dua persen mengembangkan karier, dan satu persen lulus sekolah.

Sementara itu, resolusi untuk melangsingkan tubuh diungkapkan oleh 0,7 persen dan membahagiakan orang tua 0,1 persen.

Periset juga menuliskan bahwa kata “duit” menjadi kata yang paling banyak disebut dalam perbincangan resolusi 2019, yakni sebanyak 2.199 kali.

“Meski sebagian besar netizen Indonesia memiliki resolusi untuk mempunyai pacar atau menikah tahun ini, tetapi kata ‘duit’ bisa jadi paling banyak disebut karena relevan dengan hampir resolusi yang disebutkan netizen di media sosial,” jelas Jessica Aditya, Senior Insights Analyst, Isentia Indonesia, pada keterangan pers

Hasil riset tersebut akhirnya berujung pada kesimpulan, bisa jadi jumlah lajang atau awam dikenal dengan istilah jomlo memang tinggi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *