Terlibat Jaringan Sindikat Narkoba, Pasutri Asal Cirebon Ini Diringkus Polisi


Dejabar.id, Cirebon – Pasangan suami istri (pasutri) berinisial PH dan YS, terpaksa harus mendekam di balik jeruji besi, karena terlibat sindikat jaringan narkoba. Dari penangkapan tersebut, berhasil diamankan barang bukti sabu-sabu seberat 50 gram.

Menurut Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy, penangkapan ini berawal saat polisi berhasil menangkap seorang kurir yang menempel sabu berinisial R. Dari keterangan R, didapatkan informasi tentang orang yang menyuruhnya untuk menempel sabu, yakni pasangan suami istri inisialnya PH dan YS.

“Pasutri ini kami tangkap di rumahnya di daerah Penggung. Petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa sabu-sabu seberat 50 gram dan lainnya,” jelasnya saat ekspos di Mapolres Cirebon Kota, Rabu (27/11/2019).

Dari keterangan yang diberikan oleh PH dan YS, lanjutnya, diketahui jika mereka berdua adalah anak buah dari seseorang berinisial T yang berada di Lapas Ciamis. T merupakan otak dari sindikat tersebut. Bahkan, T juga mengajak kakak perempuannya berinisial AL untuk menjalankan bisnis haramnya.

“AL sendiri ditangkap oleh petugas di rumahnya di daerah Palimanan, Kabupaten Cirebon. Dari penangkapan ini, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 200,5 gram sabu-sabu,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, orang-orang yang dikendalikan oleh T ini memiliki tugas masing-masing. AL dibantu YS bertugas mengemas sabu-sabu sebelum diedarkan. Sedangkan PH bertugas mengambil sabu-sabu di wilayah Jakarta. Sabu-sabu tersebut kemudian disebar oleh R sebagai kurir.

Kapolres menegaskan, pihaknya akan melakukan pendalaman terhadap T, yang menjalankan peredaran narkoba dari dalam lapas. Dirinya mengaku, harus ada komitmen bersama karena pengungkapan kasus ini melibatkan instansi lain.

“Akibat perbuatannya, para tersangka ini dijerat Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun,” pungkasnya.(Jfr)