Press ESC to close

Usul Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat Jadi Provinsi Pasundan Kembali Muncul, Setuju?

  • October 7, 2019

dejabar.id – Usul pergantian nama provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Pasundan kembali mengemuka, dari sejumlah tokoh Jawa Barat yang berdialog di di Graha Suria Atmaja Universitas Padjadjaran Jalan Dipati Ukur Kota Bandung, Sabtu (28/09/2019) lalu.

Menurut salah satu tokoh yang mengusulkan, budayawan yang juga Dosen Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan, Yayat Hendayana, tujuan perubahan nama provinsi tersebut untuk mengangkat keetnisan penduduk Jawa Barat yang mayoritasnya beretnis Sunda. Ditambah dengan semakin hilangnya nama Sunda menjadi dasar filosofis pergantian nama provinsi.

“Kita ingin etnis yang menempati Jabar tampil sama dengan etnis Jawa yang menempati geografis di Jateng dan Jatim, belum lagi sekarang nama Sunda makin lama makin hilang, padahal dari dulu Sunda itu paling di kenal ketimbang nama indonesia, Sundaland itu luar biasa dan sekarang tidak lagi kita kenal, makannya kita ingin nama Sunda menjadi besar seperti sama besar dengan Jawa,” ujar Yayat saat On Air di Radio PR FM 107,5 News Channel, Minggu (6/10/2019), yang dikutip dari laman prfmnews.

Sementara itu, Penulis Buku Negara Pasundan Agus Mulyana menyatakan, wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Pasundan merupakan upaya dekolonisasi.

Agus menyebut, Jawa Barat merupakan penyerapan dari nama yang diberikan oleh pemerintah kolonial Belanda saat masih menguasai wilayah Jawa.

“Menurut saya nama Provinsi Pasundan lebih menunjukan identitas, bukan berarti ini semangat primordial,” ujar Agus saat On Air di Radio PRFM 107,5 News Channel, Minggu (6/10/2019), dikutip dari laman PRFMNews.

Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil pun mengapresiasi sejumlah tokoh Jawa Barat yang mengusulkan nama Provinsi Jawa Barat untuk diganti.

“Saya kira itu wajar dan baik nanti memastikan bahwa aspirasi itu mendapatkan ruang untuk masyarakat itu yang harus dicari,” kata dia.

Namun, menurut Ridwan, kesepakatan tersebut harus menempuh beberapa tahap seperti ada uji publik semacam survei atau polling.

“Itu kan harus dipikirkan,” kata dia.

Selebihnya, Ridwan mengapresiasi inisiatif sejumlah tokoh Jawa Barat tersebut.

Selain berkaitan dengan identitas, perubahan nama diyakini juga akan mendatangkan sejumlah nilai manfaat lain. Namun, kajian, naskah akademis, serta diskusi lebih lanjut masih harus dilakukan.

(Sumber: Pikiran Rakyat, PRFMNews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *