Wah Lezat! Sate Toe Khas Kalipucang Hanya Dibanderol Rp500 Pertusuk 


DEJABAR.ID, PANGANDARAN-Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran ternyata memiliki segudang potensi, baik pantai maupun kulinernya. Selain potensi wisata pantai Karapyak, Karangnini dan Goa Donan, kecamatan yang satu ini juga mempunyai potensi kuliner yang menggiurkan. Adapun kuliner yang dimaksud yaitu sate toe (Totok) atau kerang sungai yang diolah dengan beraneka ragam rasa sehingga membuat rasa sate ini begitu kenyal dan gurih.
Menurut Kepala Desa Kalipucang, Ono Darsono, makanan sate toe atau biasa disebut sate totok ini merupakan makanan khas masyarakat Kecamatan Kalipucang, dan untuk mencarinya pun tidak sulit.
“Bahan baku sate toe atau totok banyak ditemui di sungai Citanduy dan di muara Majingklak. Makanan yang satu ini sejenis kerang kecil yang berada di perairan sungai,”kata Ono kepada Dejabar.id, Rabu (17/10/2018).
Ono menyebutkan, Kerang sungai ini biasanya sering dijajakan oleh para pedagang di terminal bus Kalipucang dengan cara dibikin sate, selain enak rasanya makanan yang satu ini harganya relatif murah.
“Selain rasanya enak, harganya pun relatif murah yaitu Rp500 persatu tusuk,” katanya.
Ono berharap, keberdaan sate toe ini bisa dikemas serta dipublikasikan ke masyarakat luas agar masyarakat di tanah air tahu adanya sate kerang sungai atau sate toe.
“Jika ini bisa diketahui oleh masyarakat |uas, maka dengan sendirinya kuliner khas Kalipucang Pangandaran ini bisa menjadi salah satu tujuan buruan para wisatawan,” tukasnya.
Sementara itu, salah satu pedagang sate toe di terminal bus kalipucang, Susilawati mengatakan, bahwa berjualan sate toe atau totok sangatlah menguntungkan.
“Saya kadang mencari sendiri kerangnya ke sungai citanduy, setelah itu diolah dengan beraneka ragam rasa. Paginya sate toe siap dijual kepelanggan,”tuturnya.
“Sate toe banyak digemari masyarakat bahkan pernah ada juga orang bule yang membeli puluhan tusuk sate toe dagangan saya,” ungkapnya.
Susilawati mengaku dari keuntungan jualan sate toe dirinya mampu membiayai anak-anaknya mengais ilmu di Universitas Galuh Ciamis.
“Alhamdulillah saya bisa membiayai kuliah anak dari hasil jualan sate toe,” pungkasnya.(dry)