Data Presisi Penting Untuk Keberhasilan Pembangunan


Ketua Komisi I DPRD Jabar Bedi Budiman

BANDUNG, – Desa dinilai memiliki potensi besar untuk pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19. Bahkan, pembangunan desa menjadi pusat penggerak ekonomi, termasuk di Jawa Barat.

Provinsi Jawa Barat memiliki 5312 desa bahkan berdasarkan data dari sekitar 20 persen populasi nasional diantaranya tingga di Jawa Barat.

“Desa memiliki potensi yang sangat besar untuk memulihkan ekonomi, khususnya di Jawa Barat,” kata Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat Bedi Budiman baru-baru ini.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini sejak awal pandemi Covid-19 terjadi urbanisasi dimana banyak penduduk kota yang kembali ke desa, karena lapangan pekerjaan yang semakin kecil akibat terdampak pandemi.

Makanya, kata dia, tak muluk-muluk bila desa dijadikan tumpuan untuk memulihkan kembali ekonomi, terutama di Jawa Barat,” ungkap dia.

Menurut Bedi, PDI Perjuangan juga memiliki komitmen mengawali pembangunan dari desa.

Ia menegaskan bahwa tiga pilar partai yakni (eksekutif, legislatif, struktural partai) diinstruksikan untuk untuk merumuskan politik legislasi, politik anggaran, politik pengawasan, untuk mewujudkan pembangunan pedesaan yang demokratis, terukur, terencana dan tepat sasaran.

“Pembangunan desa khususnya di Jawa Barat juga harus didukung dengan data presisi. Data Desa Presisi sangat penting untuk menghadirkan data akurat bagi Indonesia. Efisiensi data yang akurat itu datang dari desa. Inovasi dari Data Desa Presisi itu inovasi metodologi yang tidak hanya bersifat numerik atau angka, namun juga data spasial yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi,” tandasnya. (*)