Dinas Kehutanan Jawa Barat Pamerkan Produk Hasil Hutan di Cirebon


DEJABAR.ID, CIREBON – Demi memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pengolahan hasil hutan, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melakukan kegiatan Gelar Produk dan Teknologi Hasil Hutan Provinsi Jawa Barat di Gedung Negara BKPP Wilayah III, Jalan Siliwangi, Krucuk, Kota Cirebon, Sabtu (8/12/2018). Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama dua hari, yakni hari Sabtu dan Minggu.
Menurut Kepala UPTD Pelayanan Pengolahan Hasil Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Endik Casdika, kegiatan ini merupakan transformasi teknologi pengolahan hasil hutan untuk mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera, sesuai dengan program pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni Jabar Juara Lahir Batin.
“Kegiatan ini sebagai wujud salah satu dari program Pemprov Jawa Barat, yakni Jabar Juara Lahir Batin,” jelasnya saat memberi sambutan.
Adapun tujuan dari kegiatan ini, lanjutnya, adalah sebagai ajang silaturahmi, tukar pikiran, sarana ilmu pengetahuan tentang kehutanan, unjuk program dan pencapaian hasil kehutanan, promosi dan transaksi hasil hutan berupa kayu dan bukan kayu, serta sebagai sarana hiburan dengan adanya lomba dan produk lainnya.
Terdapat sekitar 50 stand yang ada di kegiatan ini, yang terdiri dari berbagai produk olahan hasil hutan dan turunannya yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Barat, seperti Cirebon, Tasikmalaya, Bogor, Subang, Kuningan, Majalengka, Pangandaran, dan lainnya. Beberapa produk tersebut seperti olahan jamur, madu, olahan tanaman bakau, dan handy craft.
Selain itu, terdapat juga stand-stand yang menampilkan berbagai komunitas daei Cirebon seperti reptil, fotografi, kopi, pecinta alam, handy craft, dan lain-lain.
“Ada juga lomba mewarnai, lomba fotografi, dan lomba ranking 1,” jelasnya.
Sedangkan menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Pengendalian Perawatan Hasil Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Tony Irawan, kegiatan ini untuk menunjukkan bahwa hasil hutan bukan saja hanya kayu yang dijadikan meubel dan perabotan saja. Tetapi juga, berbagai produk turunannya seperti jamur, madu, handy craft, dan lainnya. Sehingga, selain bisa dijadikan sebagai sarana konservasi, hutan juga bisa dijadikan sebagai meningkatkan perekonomian.
“Olahan kayu bisa dibentuk bermacam handy craft. Dan juga ada berbagai produk olahan jamur,” jelasnya saat ditemui Dejabar.id.
Menurutnya, kegiatan ini baru pertama kalinya diadakan di Jawa Barat. Dan kegiatannya fokus kepada pengolahan hutan bukan kayu. Sehingga, hutan tetap lestari dan masyarakat sejahtera.
Tony pun berpesan kepada masyarakat, bahwa kita harus mencintai lingkungan dan kehutanan, karena selain memiliki ekonomi, juga nilai konservasi. Selain itu, keberadaan hutan bisa menjamin kelangsungan makhluk hidup di dunia.
“Kita jaga hutan sama-sama dan fokuskan kepada sumber daya selain hasil kayu. Insya Allah hutan akan lestari dan masyarakat sejahtera,” pungkasnya.(Jfr)