Cerita Tokoh budaya Pasundan : Soal Budaya, Bela Negara


BANDUNG, Dejabar.id – Tokoh budaya Pasundan, Ketua Dewan Penasehat Pencak Silat Gagak Lumayung sekaligus merupakan Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin mengatakan seni dan budaya merupakan karya anak bangsa yang tak bisa dipisahkan satu sama lain. Hal tersebut terungkap, saat Hasanuddin menjadi keynote speaker dalam sarasehan bertajuk “Budaya untuk Membela Negara” yang digelar di RRI Bandung, Sabtu (6/3).

“Saya ini sejak SD sampai SMA dan tingakat selanjutnya, bergelut dibidang seni dan budaya karena ‘paksaan’ dari keturunan kami,” ujarnya. Hingga kemudian, Hasanuddin mencoba belajar silat. Buah dari kerja kerasnya, ia pernah menyabet juara ketiga dalam kejuaraan tingkat nasional. “Saya mempaparkan juga soal budaya dari pendidikan militer hingga pendidikan di Prancis, saya ajarkan silat,” imbuhnya.

Soal bela negara, Anggota Komisi I DPR RI ini menjelaskan dalam undang-undang adalah niat baik hak dan kewajiban seluruh negara untuk membela negara. “Salah satu membela negara adalah dengan tidak korupsi. Bela negara itu mencintai produk dalam negara sesuai anjuran presiden,” tegasnya.

Pada bagian lain Hasanuddin melanjutkan, “Kemudian bekerja untuk keluarga demi bangsa dan negara, bayar pajak itu juga bela negara. Puncaknya ketika kemerdekaan diganggu baru kita angkat senjata. Bela negara dalam kehidupan sehari-hari yaitu taat hukum,” pungkasnya.

Selain TB.Hasanuddin, hadir narasumber lainnya yaitu, Dirut LPP RRI, M.Rohanudin, Direktur Bela Negara Kemhan RI, Brigjen TNI DR.Jubei Levianto , Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Bandung DR.Hj. Een Herdiani, S.Sn, M.Hum , Direktur Utama Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat , Dekan Fikom Unpad DR. Dadang Rahmat Hidayat, sastrawan Acep Zamzam Nur, dan koreografer Lena Guslina. [Red/RRI]