Press ESC to close

Kisah Para Pebulutangkis Tanah Air yang Berkibar di Negeri Orang

  • November 27, 2018

DEJABAR,ID – Indonesia adalah salah satu negara yang banyak menelurkan pebulu tangkis handal. Namun sayang, beberapa faktor seperti kesejahteraan dan ketatnya persaingan di pelatnas membuat beberapa pemain terpaksa harus membela negara lain demi karier pribadinya.
1. Pada Agustus 2019 Taufik Hidayat Akbar Pindah ke Italia
Pemain ganda putra Indonesia ini nyatanya pernah merasakan atmosfer Pelatnas Cipayung selama empat tahun lamanya (2001-2004) namun pada Agustus 2009 ia memutuskan untuk pindah ke Italia demi mengembangkan kariernya.
2. Karena Faktor Kesejahteraan, Tony Gunawan Pindah ke Amerika Serikat
Tony Gunawan yang lahir di Surabaya, 9 April 1975 ini merupakan salah satu ganda putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, bagaimana tidak, bersama Chandra Wijaya, Tony berhasil merebut medali emas Olimpiade 2000, Sydney. Salah satu alasan pindah ke Amerkia Serikat adalah soal kesejahteraan.
3. Ikut bersama suami Mia Audina jadi warga Belanda
Mia Audina merupakan wanita kelahiran Jakarta, 22 Agustus 1979 ini merupakan mantan pemain tunggal putri Indonesia yang kini memilih menjadi warga negara Belanda karena mengikuti sang suami.
Saat dirinya masih aktif menjadi pemain Indonesia, ia sukses meraih sejumlah gelar misalnya saja, menjadi juara Indonesia Open 1998, peraih medali perak Olimpiade Atlanta 1996, penentu juara Piala Uber 1994 dan 1996.
4. Ketatnya persaingan di Indonesia, Fung Permadi memutuskan berkarier di Taiwan
Fung Permadi merupakan pebulutangkis tunggal putra kelahiran  Purwokerto, 30 Desember 1967, Indonesia. Fung Permadi diketahui lebih memilih Taiwan sebagai negara yang di belanya dikarenakan sulitnya bersaing dengan pemain Indonesia pada saat itu seperti Ardi Wiranata, Joko Suprianto, serta Hariyanto Arbi.
Terbukti keputusannya hijrah ke Taiwan menghasilkan beberapa gelar prestisius diantaranya juara China Open 1996, Hong Kong Open 1996, Korea Open 1999, runner up Kejuaraan Dunia 1997.
5. Yohan Hadikusomo berpindah ke Hongkong
Yohan Hadikusomo ialah adik ipar dari Susy Susanti. Pria kelahiran Surabaya 50 tahun silam ini, diketahui sempat masuk ke Pelatnas Cipayung diawal karirnya, namun karena ketatnya persaingan antar pemain pelatnas, Ia akhirnya mengundurkan diri dan akhirnya memutuskan untuk berpindah ke Hongkong.
6. Setelah menjadi warga Singapura karier Danny Bawa Crisnanta bersinar
Sekitar tahun 2013 lalu, Danny Bawa Chrisnanta resmi menjadi warga negara Singapura, prestasi Danny setelah berbendera Singapura cukup membanggakan. Ia  bersama pasasngannya Yu Yan Vanessa Neo, menjadi juara di ajang Yonex Dutch Open 2013.
Sebelum memutuskan hijrah, pada 2006, pria kelahiran Salatiga, 30 Desember 1988 ini nyatanya pernah sempat berpasangan dengan Debby Susanto di sektor yang sama yakni ganda campuran.
7. Karena Kelaurga Setyana Mapasa harus menjadi warga Australia
Wanita yang kerap disapa Tyana ini merupakan salah satu skuat junior Indonesia di ajang Kejuaran Dunia Junior 2012 yang kala itu juga di perkuat oleh, Kevin Sanjaya serta Melati Daeva Oktavianti. Di ajang inilah menjadi akhir karirnya membela Merah Putih. Hal itu dikarenakan ia mengalami cedera lutut parah.
Pasangan dari pebulutangkis cantik, Gronya Sommerville ini akhirnya memutuskan untuk menjadi warga negara Australia, keputusan tersebut diambil lantaran faktor keluarganya yang banyak berada di Negeri Kangguru itu. (yga)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *